Senin, 04 Maret 2019

Novel : Pelangi yang Datang Setelah Hujan (Prolog & Bagian 1)


Prolog
“Acha Lestari binti Muhammad Ali”
Namanya terukir rapi diatas batu nisan yang kini mulai nampak kusam. Ya, hari ini adalah tepat satu tahun kepergiannya. Sahabat terbaik yang pernah ada dalam hidupku. Hari itu Aku sengaja datang berkunjung ke pusaranya, sekedar untuk menyapa dan mendo’akannya.
~~
“Apakah salah jika kita menyalahkan seseorang bahkan takdir sekalipun atas musibah yang menghampiri kita?”
Mungkin banyak diantara kita yang kadang menyalahkan orang lain bahkan takdir sekalipun atas musibah yang kita jumpai dalam kehidupan. Sama seperti Aku yang dulu menyalahkan takdir atas musibah yang menimpa keluargaku. Aku yang masih labil akan kehidupan. Aku yang tidak mengerti akan rencana indah Tuhan. Ya, itulah masa SMA-ku yang penuh suka duka. Masa-masa indah bersama sahabat. Baiklah, Aku akan menceritakan Masa SMA-ku.

Bab 1
Tsania
Aku adalah Tsania Aleesha Wardani. Putri tunggal dari pemilik bisnis real esteat yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Sekarang Aku berada dimasa akhir kelas 2 SMA. Kehidupanku serba tercukupi bahkan lebih dari kata cukup. Ayah adalah seseorang yang sangat rajin dan ulet, itulah yang membuat Ayah menjadi sukses. Menururut Ayah kesuksekan itu perlu kerja keras, kita harus menjemputnya bukan malah menunggunya tanpa usaha dan doa sebab Tuhan tidak akan mengubah keadaan seseorang jika ia tidak mengubahnya sendiri dengan berusaha. Salah satu kalimat favoritnya adalah “Man Jadda Wajada!” siapa yang bersungguh-sungguh maka dapatlah ia. Ayahku memang sangat pantas menjadi panutanku. Sedangkan Ibu adalah wanita yang sangat baik. Ibu selalu menjadi penyemangat bagi keluarganya. Tiap pagi Ibu akan menyiapkan sarapan dan Ayah akan mengantarkanku pergi ke sekolah.
“Sayang minum dulu susunya,” ucap Ibu kepadaku.
“Iya Bu,” kataku sambil berlari menghampiri Ibu.
“Tsania pamit ya Bu, ini udah siang nanti takut terlambat sekolahnya. Assalamu’alaikum!” pamitku kepada Ibu.
Itulah kegiatanku tiap pagi, normal seperti kebanyakan keluarga-keluarga lainnya. Namun bagiku, interaksi yang harmonis diantara keluarga kami terasa sangat menyenangkan.
SMA Pemuda. Disinilah Aku sekolah. Sekolah yang cukup megah dengan berbagai fasilitas yang sangat lengkap jika dibanding dengan sekolah swasta lainnya. Dan disini juga Aku bertemu dengan teman-temanku.
Apa yang kalian bayangkan tentang sekolahku? Bagus? Yahh! Tentu saja bagus. Namun kalian sama sekali tidak menyangka bahwa di sekolah yang kalian sangka bagus itu hanya kelihatannya saja bagus. Bukannya Aku menjelekkan sekolahku, tapi itu kenyataannya memang benar begitu. Di sekolahku masih banyak praktek yang bisa dibilang sangat melanggar aturan pendidikan. Contohnya saja masih adanya orang tua murid yang memberikan sesuatu yang besar pada kepala sekolah agar anaknya bisa mendapat nilai bagus. Aksi bulliying masih terjadi dan guru tidak dapat menghentikannya karena biasanya aksi tersebut dilakukan oleh anak-anak yang orang tuanya memiliki peranan penting dalam kemajuan sekolah. Sungguh, jika memang Ayahku tidak menyuruhku untuk sekolah di sekolah yang dekat saja aku benar-benar tidak ingin sekolah disini.
~~
Tak kusangka kebahagiaanku akan pergi secepat ini. Takdir seolah merenggut semuanya. Menyisakan secuil kebahagiaan yang ada.
Kejadian itu bermula ketika sore hari. Ibu yang biasanya duduk membaca berita di pojok bangku taman tak terlihat sedikitpun. Ya, Ibu kini tengah lemas terbaring di ranjang rumah sakit. Ibu pingsan setelah mendadak terkena serangan jantung. Dan kini kondisinya masih kritis di ruang ICU.  Aku hanya bisa berdo’a untuk kesembuhan Ibu.
Sudah 3 hari Ibu berada disana. Dan kondisinya tetap sama, tidak ada peningkatan. Bahkan dokter berkata bahwa kami harus siap menghadapi segala kemungkinan yang terburuk. Benar saja, dihari ke-5 Ibu dirawat tiba-tiba monitor detak jantungnya berbunyi menandakan detak jantungnya yang kini semakin melemah. Dengan sigap para perawat langsung menangani kondisi yang terjadi pada pasien.
“21 Juli 2018, Pukul 14.15. Pasien Aisyah Wardani telah meninggal.” Perkataan dokter membuatku lemas dan tak sadarkan diri. Aku sangat tidak menyangka Ibu akan pergi secepat itu. Aku benar-benar sedih, seolah ingin memberontak menyangkal semua yang terjadi.
“Tsania, jangan sedih terus dong. Nanti Ibu sedih liat kamu. Kamu harus mengikhlaskan kepergian Ibu mu, Nak.”
Ayah selalu mengingatkan dan menghiburku ketika aku termenung meratapi kepergian Ibu. Ya, Ayahlah satu-satunya orang yang bisa menghiburku dengan berbagai ceritanya yang sejenak mengalihkan kesedihanku. Walaupun Aku tahu, hingga kini Ayah juga masih merasa sedih. Tapi, Aku sangat salut kepada Ayah yang bisa menyembunyikan rasa sedihnya dihadapan semua orang.
Hari-hariku sangat terasa hampa. Tidak ada yang menyiapkan makan atau sekedar bertanya akan kegiatanku di sekolah. Bahkan disekolah pun teman-temanku menjauhiku. Aku tidak tahu mengapa mereka bersikap begitu.
~~
 Ayah semakin sibuk dengan pekerjaannya. Ayah berkerja dengan sangat keras. Aku tak tahu apa yang terjadi dengan perusahaan Ayah. Karena bekerja terlalu keras tanpa istirahat yang cukup, kondisi Ayah semakin menurun. Ayah jatuh sakit. Dan saat itulah Aku mengetahui jika perusahaan Ayah sedang mengalami krisis. Tugasnya kini diambil alih oleh orang kepercayaannya. Namun, siapa sangka setelah Ayah kembali keadaan perusahaan semakin menurun. Secara perlahan namun pasti perusahaan yang Ayah kelola mengalami kemunduran.
Kondisi tersebut mengharuskan Aku dan Ayah untuk menjual rumah. Kami pindah menuju rumah yang lebih sederhana. Bagaimana dengan sekolahku? Aku pindah ke sekolah negeri dekat rumah baruku. Ayah sangat merasa bersalah kepadaku.
“Tsania, maafkan Ayah. Kamu jadi harus pindah sekolah.”
“Iya Ayah, Tsania gapapa kok. Asalkan Ayah baik-baik aja.”

Essai : Malas Musuh Utama Pelajar


Malas, sesuatu yang sudah tidak terdengar asing lagi dikalangan para pelajar. Seakan menjadi musuh utama yang melekat dan sulit dihancurkan. Sering kita temui alasan mengapa seorang siswa malas belajar, mereka menjawab bahwa belajar itu membosankan dan tidak menarik. Bermain game, handphone, dan video lebih membuatnya menarik dari pada belajar itu sendiri.
Lalu, sebenarnya apakah pengertian malas itu sendiri?
Malas adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak ingin melakukan aktivitas apapun. Sebuah keadaan dimana seseorang berada dalam kondisi kejenuhan. Dalam kondisi ini seseorang lebih menyukai sebuah kesenangan yang menurutnya lebih menarik dari pada kegiatan biasanya. Bahkan seseorang yang rajin pun terkadang merasa bosan dengan kegiatannya yang terus seperti itu dan berulang.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi seorang menjadi malas, diantaranya :
1.      Tidak memiliki sasaran hidup (cita-cita) yang jelas. Sasaran dan tujuan hidup merupakan salah satu yang membuat seseorang bertekad untuk meraihnya. Seseorang yang tidak memiliki tujuan maka ia juga tidak akan melakukan suatu usaha apapun karena dirinya sendiri juga tidak mengetahui apa yang diinginkannya.
2.      Tugas yang amat banyak. Sudah bukan hal yang aneh lagi jika seorang pelajar memiliki tugas yang banyak, mendengar kata tugasnya pun kita sudah tidak suka. Sebuah pemikiran yang negatif akan tugas membuat kita merasa takut dan malas untuk mengerjakannya, karena diri kita berpikiran bahwa kita tidak bisa padahal kita sendiri belum mencobanya. Maka dari itu menunda-nunda sebuah pekerjaan hanya akan membuat diri kita semakin malas dan jika sudah begitu kita akan merasa menyesal.
3.     Mood, rasa malas juga bisa dipengaruhi oleh mood seseorang. Mood adalah perubahan intentsitas perasaan. Ada yang menyebutnya juga dengan istilah siklus kehidupan (life cylcle). Kemalasan semacam ini umum dialami oleh hampir semua manusia. Orang yang paling giat pun terkadang menghadapai saat-saat yang membuatnya merasa malas. Yang membedakan orang di sini bukan soal pernah dan tidak pernahnya, tetapi adalah apa yang dilakukan saat detik-detik buruk itu tiba, apakah menyusun strategi belajarnya atau menerima begitu saja.
Untuk menjadi seseorang yang sukses diperlukan kerja keras. Maka dari itu kita harus mengatasi rasa malas yang mendatangi kita demi masa depan kita yang lebih baik lagi. Rasa malas dapat tercipta dari diri kita sendiri, mungkin itu berasal dari kebiasaan atau bahkan muncul karena rasa tidak siap untuk menghadapi  sesuatu. Diri kitalah yang dapat merubah sifat malas itu, sebuah motivasi dapat sangat membantu kita dalam mengatasi rasa malas. Mulailah dengan menetapkan tujuan cita-cita, selalu berpikiran positif, dan mengerjakan sesuatu yang terjadwal dengan strategi. Jika diri kita menolak sifat malas tersebut maka sifat malas akan bersifat sementara, namun beda halnya jika kita malah membiarkan diri kita hanyut dalam rasa malas itu, mungkin itu akan menjadi sebuah kebiasaan yang sulit untuk diubah.

Artikel : Manfaat Kurma Buah Favorit saat Berbuka Puasa



Tak terasa sebentar lagi bulan Ramadhan akan tiba. Bulan yang identik dengan buah kurma. Namun apakah kalian tahu alasan mengapa buah kurma dijadikan sebagai makanan buka puasa? Ya! Tentu saja itu merupakan salah satu Sunnah Rasulullah. Selain itu ternyata buah kurma mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Melalui artikel ini kita akan membahas seputar buah kurma.
Kurma, (Arab: تمر, Tamr; nama latin Phoenix dactylifera) adalah tanaman palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix, buahnya dapat dimakan. Walaupun tempat asalnya tidak diketahui karena telah sejak lama dibudidayakan, kemungkinan tanaman ini berasal dari tanah sekitar Teluk Persia. Pohonnya berukuran sedang dengan tinggi sekitar 15-25 m, tumbuh secara tunggal atau membentuk rumpun pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal. Kurma telah menjadi makanan pokok di Timur Tengah selama ribuan tahun lamanya.
Buah kurma  berbentuk oval-silinder dan berwarna merah pekat (coklat) kehitam-hitaman. Rasa buahnya yang manis dan lezat tmenjadikan kurma sebagai salah satu makanan favorit untuk berbuka puasa. Lebih lanjut, bila menyantap kurma saat berbuka, perut akan menjadi lebih cepat kenyang sehingga porsi makanan yang masuk ke dalam tubuh akan menjadi lebih sedikit.
 “Kandungan nutrisi yang lengkap dari kurma membuat banyak orang gemar mengonsumsi buah yang satu ini,”kata dr. Kartika Mayasari dari klik dokter.
Berikut beberapa manfaat buah kurma :
1.      Menambah energi
Sebanyak 100 gram kurma mengandung kira-kira 277 kalori, 75,4 gram karbohidrat, 2,42 gram protein. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat cukup dalam memenuhi AKG bagi seseorang usia dewasa-remaja.
“Untuk itu, kurma sangat cocok dikonsumsi sebagai makanan pembuka saat berbuka puasa. Setelah seharian penuh menahan haus dan lapar, buah ini mampu mengembalikan tenaga Anda,” ungkap dr. Kartika.
2.      Memperlancar sistem metabolisme
Kandungan serat, protein dan zat besi pada buah kurma dipercaya memiliki manfaat dalam memperlancar proses metabolisme dalam tubuh. Serat, protein, dan zat besi tersebut bekerja secara aktif dalam merangsang produktivitas sel-sel saraf dan darah sehingga tubuh dapat menyerap zat-zat bermanfaat dan membuang zat-zat yang tidak bermanfaat melalui saluran pembuangan.  Kurma kaya serat, sehingga mencegah penyerapan kolesterol jahat  dalam usus. Buah ini juga mampu mempermudah proses buang air besar.
3.      Menangkal radikal bebas
Kurma mengandung senyawa antioksidan polifenol flavonoid. Kandungan tersebut berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi dan peradangan di dalam tubuh akibat paparan radikal bebas.
4.      Menutrisi mata
Dalam beberapa hasil riset dinyatakan bahwa, kandungan vitamin C dan vitamin A pada buah kurma memiliki manfaat yang sangat baik dalam menjaga kesehatan mata dan mengoptimalkan fungsi penglihatan mata.
5.      Menjaga kesehatan jantung
Kurma sangat kaya akan potasium. Zat ini merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh, yang membantu mengatur denyut jantung serta tekanan darah.  Tingginya kandungan potasium pada buah kurma dapat berguna melindungi sel-sel saraf jantung di arteri dan vena agar terhindar dari masalah stroke dan penyakit jantung koroner.
6.      Meningkatkan mood
Beberapa pakar fisioterapist dan nutrisionist dari PAHO (Pan American Health Organization) mendapati bahwa, tingginya kandungan protein dan vitamin B12 pada daging buah kurma juga bisa mengatasi stress, depresi, sekaligus memperbaiki mood. Selain itu, buah kurma juga menyediakan zat besi, kalium, magnesium, dan fosfor yang dimana berperan sangat aktif dalam membantu mengontrol tekanan darah, sekaligus mencegah penyakit ginjal dan stroke.
Itulah beberapa manfaat dari buah kurma. Mengkonsumsi kurma secara teratur baik untuk kesehatan tentunya dalam jumlah yang secukupnya. Karena bagaimanapun sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik. Semoga artikel ini dapat memberi manfaat dan menambah pengetahuan kita tentang buah kurma. Terimakasih.

Novel : Pelangi yang Datang Setelah Hujan (Prolog & Bagian 1)

Prolog “Acha Lestari binti Muhammad Ali” Namanya terukir rapi diatas batu nisan yang kini mulai nampak kusam. Ya, hari ini adalah ...