Malas, sesuatu yang sudah tidak terdengar asing lagi dikalangan
para pelajar. Seakan menjadi musuh utama yang melekat dan sulit dihancurkan.
Sering kita temui alasan mengapa seorang siswa malas belajar, mereka menjawab
bahwa belajar itu membosankan dan tidak menarik. Bermain game, handphone, dan
video lebih membuatnya menarik dari pada belajar itu sendiri.
Lalu, sebenarnya apakah pengertian malas itu sendiri?
Malas adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak ingin melakukan
aktivitas apapun. Sebuah keadaan dimana seseorang berada dalam kondisi
kejenuhan. Dalam kondisi ini seseorang lebih menyukai sebuah kesenangan yang
menurutnya lebih menarik dari pada kegiatan biasanya. Bahkan seseorang yang
rajin pun terkadang merasa bosan dengan kegiatannya yang terus seperti itu dan
berulang.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi seorang menjadi malas,
diantaranya :
1.
Tidak
memiliki sasaran hidup (cita-cita) yang jelas. Sasaran dan tujuan hidup
merupakan salah satu yang membuat seseorang bertekad untuk meraihnya. Seseorang
yang tidak memiliki tujuan maka ia juga tidak akan melakukan suatu usaha apapun
karena dirinya sendiri juga tidak mengetahui apa yang diinginkannya.
2.
Tugas
yang amat banyak. Sudah bukan hal yang aneh lagi jika seorang pelajar memiliki
tugas yang banyak, mendengar kata tugasnya pun kita sudah tidak suka. Sebuah
pemikiran yang negatif akan tugas membuat kita merasa takut dan malas untuk
mengerjakannya, karena diri kita berpikiran bahwa kita tidak bisa padahal kita
sendiri belum mencobanya. Maka dari itu menunda-nunda sebuah pekerjaan hanya
akan membuat diri kita semakin malas dan jika sudah begitu kita akan merasa
menyesal.
3. Mood,
rasa malas juga bisa dipengaruhi oleh mood seseorang. Mood adalah perubahan
intentsitas perasaan. Ada yang menyebutnya juga dengan istilah siklus kehidupan
(life cylcle). Kemalasan semacam ini umum dialami oleh hampir semua manusia.
Orang yang paling giat pun terkadang menghadapai saat-saat yang membuatnya
merasa malas. Yang membedakan orang di sini bukan soal pernah dan tidak
pernahnya, tetapi adalah apa yang dilakukan saat detik-detik buruk itu tiba,
apakah menyusun strategi belajarnya atau menerima begitu saja.
Untuk menjadi seseorang yang sukses diperlukan kerja keras. Maka
dari itu kita harus mengatasi rasa malas yang mendatangi kita demi masa depan
kita yang lebih baik lagi. Rasa malas dapat tercipta dari diri kita sendiri,
mungkin itu berasal dari kebiasaan atau bahkan muncul karena rasa tidak siap
untuk menghadapi sesuatu. Diri kitalah
yang dapat merubah sifat malas itu, sebuah motivasi dapat sangat membantu kita
dalam mengatasi rasa malas. Mulailah dengan menetapkan tujuan cita-cita, selalu
berpikiran positif, dan mengerjakan sesuatu yang terjadwal dengan strategi.
Jika diri kita menolak sifat malas tersebut maka sifat malas akan bersifat
sementara, namun beda halnya jika kita malah membiarkan diri kita hanyut dalam
rasa malas itu, mungkin itu akan menjadi sebuah kebiasaan yang sulit untuk
diubah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar